Jumat, 20 April 2012

Tugas 11

If clause


Ketika kita membuat pengandaian di dalam bahasa Indonesia, kita hanya perlu menambahkan kata jika. Namun di dalam bahasa Inggris ada beberapa aturan dasar dalam membuat kalimat pengandaian. Di dalam bahasa Inggris ada tiga pola kalimat pengandaian, yaitu:
  • Pengandaian yang situasinya benar-benar terjadi di masa sekarang
  • Pengandaian yang situasinya berlawanan dengan kenyataan di masa sekarang
  • Pengandaian yang situasinya berlawanan dengan kenyataan di masa lampau
Nah pada artikel ini, akan dijelaskan bagaimana kita mengaplikasikan ketiga pola tersebut di dalam kalimat yang kita buat.
  • Pengandaian yang situasinya benar-benar terjadi di masa sekarang
    Ketika kita akan membuat pengandaian tentang suatu hal yang bena-benar terjadi di masa sekarang, kita dapat menggunakan pola kalimat pertama untuk pengandaian tersebut. Formulanya adalah:
If + Subject + Verb 1 + Object, Subject + will/can + Verb 1 + Object


Contoh di dalam kalimat:
1. If I have enough money, I will buy the concert ticket for us.
2. If I go to Japan, I can meet my friends who live there.
Jadi di dalam kalimat ini, kemungkinan situasi yang tertulis untuk terjadi, peluangnya cukup besar. Jadi mungkin saja untuk Aku memiliki cukup uang sehingga bisa membeli tiket konser. Jadi jika hal yang diandaikan masih bisa terjadi, gunakanlah pola kalimat ini.
  • Pengandaian yang situasinya berlawanan dengan kenyataan di masa sekarang
    Jika pengandaian yang ditulis adalah sesuatu yang bertentangan di masa yang sekarang, gunakanlah kalimat pengandaian tipe yang kedua ini. Formulanya adalah:
If + Subject + Verb 2 + Object, Subject + would/could +Verb 1 + Object


Contoh di dalam kalimat:
1. If I had a new car, I could travel around the city.
2. If I became famous, I would be happy.
Jadi di dalam kalimat ini, kemungkinan situasi yang tertulis untuk terjadi peluangnya tidak ada. Situasi yang tertulis adalah kebalikan dari realita yang terjadi. Jadi sebenarnya Aku tidak memiliki mobil baru sehingga aku tidak bisa berkeliling kota. Jadi untuk pengandaian yang seperti ini, gunakanlah tipe yang kedua.
  • Pengandaian yang situasinya berlawanan dengan kenyataan di masa lampau
Jika kalimat pengandaian yang akan kita buat adalah sesuatu yang bertentangan di masa lampau, gunakan lah tipe yang terakhir ini. Formulanya adalah:
Subject + Had + Verb 3 + Object, Subject + would have + Verb 3 + Object


Contoh di dalam kalimat:
If I had visited Japan, I would have seen sakura flowers.

Kalimat wish
). Past Simple (lampau)

a. Explanation
Ini digunakan untuk menyatakan PENGANDAIAN/PENGHARAPAN pada waktu lampau/menyesali sesuatu yang telah terjadi/menyesali karena tidak terjadi, walaupun  itu semua hanya sebatas HARAPAN PENGANDAIAN saja, karena memang hal itu tidak terjadi pada waktu lampau, seperti yang DIHARAPKAN itu, hanya MENGANDAIKAN saja.
Untuk menyatakan hal yang telah terjadi pada waktu lampau, yang jika dalam kalimat biasa/nyata digunakan verb-2; seperti DID dan SEJENISNYA (enjoyed, studied, visited, went dan saw), maka dalam kalimat subjunctive-nya atau ‘WISHES-nya ini dipakai bentuk past perfect; yaitu ‘HAD DONE’ dan SEJENISNYA {had enjoyed, had studied, had visited, had gone dan had seen) di depan Subject 2, atau sesudah kata ‘wish’.
Untuk to be; (WAS/WERE +NV=Non Verb/bukan kata kerja) pada WAKTU LAMPAU pada kalimat SEBENARNYA, maka pada kalimat subjunctive 'wishes'-nya ini digunakan bentuk LEBIH LAMPAU yaitu:  HAD BEEN+NV=Non Verb.
Kesimpulan; Jika pada kalimat sebenarnya/keadaan SEBENARNYA itu dalam keadaan LAMPAU/past, maka dalam keadaan pengandaian ‘WISH’nya itu LEBIH LAMPAU/past perfect.

b. Pattern/Rumus:
Subject  1+ wish (that) + subject 2 + (modal-2)+have +V3.
Subject  1+ wish (that) + subject 2 + (modal-2) +have +been+NV
Subject  1+ wish (that) + subject 2 + had +V3
Subject  1+ wish (that) + subject 2 + had +been+NV

Note: Modal-2; would, could, might, should.

c. Example:
Wish: 
 My mother WISH that she had had more time last night.
 (Ibuku MENGHARAPKAN SEANDAINYA beliau sudah mempunyai banyak waktu tadi malam.)
 The reality: 
 She didn’t have more time last night.
 (Kenyataan: Beliau tidak mempunyai lebih banyak waktu tadi malam.)

Wish: 
I WISH he had not been absent yesterday.
(Saya MENGHARAPKAN SEANDAINYA dia tidak absent kemarin.)
The reality:
He was absent. (Dia absen)
(Kenyataan: He was not present. (Dia tidak hadir)

Wish: 
I WISH he had come last night.
(Saya MENGHARAPKAN SEANDAINYA dia datang tadi malam)
The reality: 
He didn’t come last night.
(Kenyataan: Dia tidak datang tadi malam.)

sumber :
http://basyirdotcom.blogspot.com/2010/10/kalimat-pengandaian6subjunctive.html


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar